Siswa Rafa Jafar (TN 29) bintang tamu Kick Andy episode 'Bocah Pembawa Perubahan', Minggu 14 Maret 2021

Siswa Rafa Jafar (TN 29) bintang tamu Kick Andy episode 'Bocah Pembawa Perubahan', Minggu 14 Maret 2021

Apr 07, 2021By admin SMATN

Dedikasi Kurangi Sampah Elektronik

GAWAI kini sudah jadi barang wajib bagi banyak orang. Namun, tidak banyak orang yang memikirkan soal sampah gawai dan barang elektronik lainnya. Sebab itulah yang dilakukan Muhammad Rafa Ibnusina Jafar luar biasa. Masih berusia 18 tahun, Rafa atau akrab juga disapa RJ, sudah menjalankan gerakan edukasi sekaligus pengumpulan limbah elektronik, E-WasteRJ.

Hebatnya lagi, cikal gerakan itu sudah dimulainya sejak kelas 5 SD. Kala itu Rafa mendapat tugas sekolah untuk membuat laporan mengenai peralatan elektronik yang sudah tidak dipakai. Pertanyaan mengenai nasib sampah elektronik itu sangat mengganggunya hingga ia pun membuat laporan dengan riset yang memakan waktu hingga tiga bulan. Hasil tulisan itu pula yang belakangan ia sempurnakan menjadi sebuah buku (sains anak) yang kemudian ia terbitkan dengan judul 'E-Waste' pada tahun 2015. Hadir sebagai bintang tamu Kick Andy episode episode 'Bocah Pembawa Perubahan', yang tayang Minggu (14/3), Rafa mengungkapkan jika ketertarikannya akan sampah elektronik berlanjut hingga kemudian didirikanlah komunitas E-wasteRJ. Komunitas E-wasteRJ rutin mengadakan kegiatan pengumpulan limbah sampah elektronik dengan menyebar dropbox khusus E-waste di 20 titik yang tersebar di 12 Kota/Kabupaten di Indonesia.

"E-waste RJ ini adalah komunitas yang berdedikasi untuk mengurangi sampah elektronik di Indonesia melalui daur ulang. Bagi anda yang ingin membuang sampah elektronik, anda dapat turut berpartisipasi dengan membuangnya ke drop box yang telah kami sediakan," ujar Rafa. Daur ulang sendiri dilakukan oleh perusahaan pendaur ulang sampah elektronik bersertifikat Teknotama Internusa, yang menjadi mitra E-WasteRJ. "Bila dipikir-pikir biayanya sama mau daur-ulang 100 kg atau 1 ton sampah, karena pada dasarnya mesin yang digunakan sama. Jadi intinya, rugi kalau daur ulang dalam jumlah kecil,” ungkap siswa kelas 3 SMA itu. Untuk menutup kekurangan biaya daur ulang, Rafa mengaku memberikan subsidi dari hasil penjualan bukunya maupun dari donasi sejumlah pihak. Berkat kegigihannya tersebut Rafa pun sempat ditunjuk sebagai duta cilik untuk mewakili Indonesia dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB di Maroko pada November 2016. (M-1)

https://mediaindonesia.com/weekend/390278/dedikasi-kurangi-sampah-elektronik

Related post

0 komentar

  • No Comment

Tinggalkan komentar

Top